Yahoo chating icam

Semua proses yang telah disebutkan diatas menimbulkan reaksi yang kita kenal sebagai DKA.

Yahoo chating icam-32Yahoo chating icam-49Yahoo chating icam-86

Pada stadium subakut, lesi terutama terdiri dari krusta, skuama, sedikit likenifikasi dan vesikel.

Sedangkan pada stadium kronis, kulit akan menebal, dapat timbul fissura, skuama, likenifikasi dan perubahan warna kulit berupa hipopigmentasi atau hiperpigmentasi. Erupsi akut biasanya terjadi 24-48 jam setelah terpajan atau bisa lebih lambat sampai 4 hari.

Pada dermatitis akut perubahan pada epidermis berupa edema interseluler (spongiosis), terbentuknya vesikel dan atau bulla dan pada dermis terdapat dilatasi vaskuler disertai edema dan infiltrasi perivaskuler sel-selmononuklear.

Dermatitis kontak alergi adalah dermatitis yang terjadi akibat pajanan ulang dengan bahan dari luar yang bersifat haptenik atau antigenik yang sama atau mempunyai struktur kimia serupa, pada kulit seseorang yang sebelumnya telah tersensitisasi.

Reaksi alergik yang terjadi adalah reaksi hipersensitivitas tipe lambat atau tipe IV menurut klasifikasi Coombs dan Gell dengan perantaraan Penyebab DKA bervariasi.

Peranan bahan penyebab dermatitis tergantung pada potensi sensitisasi, derajat pemaparan dan penetrasi yang luas perkutan.

Bahan-bahan yang paling sering menyebabkan sensitisasi (alergen) adalah pakaian, sepatu, plester dan bahan-bahan perekat, parfum, resin, kosmetik, formaldehid, macam-macam minyak, bahan pewarna organik, cat pestisida, logam-logam (mis; krom, nikel, kobalt), tanaman dan kayu,bahan-bahan pengawet anti mikroba dan karet.

Fase elistasi ini dimulai ketika antigen yang serupa,setelah difagosit oleh sel langerhans dengan cepat akan dikenal oleh sel memori sehingga sel memori akan mengeluarkan interferon-gamma (IFN-g)yang akan merangsang keratinosit yang akan menampakkan intercelluler adhesion molecule-1 (ICAM-1) dan HLA-DR pada permukaan keratinosit.

ICAM-1 akan memungkinkan keratinosit berikatan dengan sel leukosit yang pada permukaannya terdapat sel lympohcyt function associated-1 (LFA-1).

Seperti kita ketahui HLA-DR akan memungkinkan keratinosit berikatan dengan limfosit T dan sel sitotoksik, disamping itu keratinosit akan memproduksi IL-1, IL-6 dan GMCSF yang semuanya ini akan mengaktifasi sel limfosit T.

IL-1 juga memproduksi eicosanoid, dimana kombinasi antara eicosinoid dan sitokin-sitokin yang dibentuknya akan mengaktifasi sel mast dan makrofag, sehingga akan terbentuklah histamin yang menimbulkan vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas pembuluh darah.

Tags: , ,